Aula pertandingan basket sangat ramai. Pertandingan basket antara SMA Brawijaya dan SMA Airlangga berlangsung dengan sangat sengit. Skor tertinggi masih dipegang oleh SMA Brawijaya yangdi ketuai oleh Doni. Doni memiliki peran yang sangat penting dalam bermain. Selain itu, Doni juga sangat disegani oleh pemain-pemain lawannya.
Di kursi penonton dengan spanduk berwarna hitam, Sasa mengibarkan nama SMA Brawijaya dengan semangat. Tidak hanya Sasa, teman-temannya juga ikut mendukung sekolah mereka. Tapi memang yang paling menonjol adalah Sasa. Ia menyemangati kekasih hatinya dalam bermain. Banyak yang iri pada Sasa ini, kenapa Doni bisa menyukai gadis biasa ini? Sasa memang gadis yang tidak terlalu cantik, tetapi di dalam hati anak ini memiliki hati emas yang tidak dimiliki oleh orang lain.
"SKOR MASIH DIPIMPIN OLEH SMA BRAWIJAYA DENGAN NILAI 84 SEDANGKAN SMA AIRLANGGA MASIH TERTINGGAL JAUH DENGAN NILAI 78!!!" ucap sang moderator permainan.
Walau suara Sasa sudah hampir habis, Sasa tidak mau kalah dengan penonton yang lainnya, ia harus tetap menyamangati sekolahnya. Permainan masih saja berjalan dengan sangat sengit, dan sampai sang wasit meniupkan peluit bahwa waktu permainan sudah habis dan yang memenangkan pertandingan ini adalah SMA Brawijaya. Sasa dan teman-temannya melemper spanduk ke atas dengan riang. Doni cs berseluncur ke tengah lapangan seraya bersujud mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan ata kemenangan yang ia peroleh.
Gubernur daerah memberikan penghargaan kepada SMA Brawijaya dengan piala yang cukup besar dan setelah pengambilan piala itu, seluruh SMA Brawijaya menggendong Doni untuk merayakan kemenangan sekolah mereka.
* * *
Sasa menyeraput es krim yang ia pegang. Pertandingan usai, malamnya Doni mengajak Sasa untuk jalan-jalan ke mall cukup terkenal di daerah Jakarta.
"Kak Doni keren ya bisa mengalahkan musuh-musuh dengan tangguh seperti Michel Jordan"
"Ah, bisa aja kamu, aku gak sehebat yang kamu pikirkan ko' "
Doni mengacak-acak rambut Sasa "Sasa...Sasa... kamu lucu banget ya, gak pernah berubah, masih sama aja polosnya seperti kamu masih SMP"
Sasa bertolak pinggang dan mengangkat kepalanya agar bisa melihat Doni yang tingginya melebihi dirinya.
"Eh, jangan sembarangan bicara ya, polos-polos gini, cowok play boy aja suka sama aku"
Doni mengkerut "Memangnya siapa cowok play boy yang suka sama kamu? Kamu gak pernah cerita sama aku? "
Sasa tersenyum jahil dan membuat Doni kebingungan dengan sifat anak ini.
"Kakak mau tahu siapa cowok play boy yang suka sama aku?" Doni mengangguk " Selain suka, dia pernah nawarin aku jadi pacarnya tahu kak"
"Siapa sih orangnya? Aku jadi penasaran Sa "
Sasa tertawa terbahak yang mebuat Doni makin kebingungan dengan tingkahnya. Karena merasa dibohongi, Doni mengelitiki tubuh Sasa hingga Sasa tidak kuat untuk tertawa lagi.
" Oke, aku kasih tahu siapa cowoknya" ucap sasa menyerah "Tapi kakak jangan marah ya sama orangnya, karena orangnya deket banget sama kak Doni"
"Deket sama aku? " Sasa mengangguk "Anak Basket juga?" kedua kalinya Sasa mengangguk "Siapa Sa? "
Sasa berbisik "Cowok itu yang sedang jalan sama aku ini" selesai berkata seperti itu Sasa berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari Doni. Doni yang merasa dirinya dipermainkan langsung mengejar Sasa yang terus berlari menghindarinya.
Doni memang terkenal dengan cowok play boy dikalangan sekolahnya, sampai akhirnya Doni bertemu dengan Sasa di sebuah halte dekat sekolah. Saat itu Sasa masih mengenakan seragam biru, dan ide jahil Doni terlintas di otaknya untuk mengerjai Sasa. Rencana untuk mengerjai Sasa ternyata gagal total karena Doni terkena batunya sendiri untuk mengerjai Sasa.
Di kursi penonton dengan spanduk berwarna hitam, Sasa mengibarkan nama SMA Brawijaya dengan semangat. Tidak hanya Sasa, teman-temannya juga ikut mendukung sekolah mereka. Tapi memang yang paling menonjol adalah Sasa. Ia menyemangati kekasih hatinya dalam bermain. Banyak yang iri pada Sasa ini, kenapa Doni bisa menyukai gadis biasa ini? Sasa memang gadis yang tidak terlalu cantik, tetapi di dalam hati anak ini memiliki hati emas yang tidak dimiliki oleh orang lain.
"SKOR MASIH DIPIMPIN OLEH SMA BRAWIJAYA DENGAN NILAI 84 SEDANGKAN SMA AIRLANGGA MASIH TERTINGGAL JAUH DENGAN NILAI 78!!!" ucap sang moderator permainan.
Walau suara Sasa sudah hampir habis, Sasa tidak mau kalah dengan penonton yang lainnya, ia harus tetap menyamangati sekolahnya. Permainan masih saja berjalan dengan sangat sengit, dan sampai sang wasit meniupkan peluit bahwa waktu permainan sudah habis dan yang memenangkan pertandingan ini adalah SMA Brawijaya. Sasa dan teman-temannya melemper spanduk ke atas dengan riang. Doni cs berseluncur ke tengah lapangan seraya bersujud mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan ata kemenangan yang ia peroleh.
Gubernur daerah memberikan penghargaan kepada SMA Brawijaya dengan piala yang cukup besar dan setelah pengambilan piala itu, seluruh SMA Brawijaya menggendong Doni untuk merayakan kemenangan sekolah mereka.
* * *
Sasa menyeraput es krim yang ia pegang. Pertandingan usai, malamnya Doni mengajak Sasa untuk jalan-jalan ke mall cukup terkenal di daerah Jakarta.
"Kak Doni keren ya bisa mengalahkan musuh-musuh dengan tangguh seperti Michel Jordan"
"Ah, bisa aja kamu, aku gak sehebat yang kamu pikirkan ko' "
Doni mengacak-acak rambut Sasa "Sasa...Sasa... kamu lucu banget ya, gak pernah berubah, masih sama aja polosnya seperti kamu masih SMP"
Sasa bertolak pinggang dan mengangkat kepalanya agar bisa melihat Doni yang tingginya melebihi dirinya.
"Eh, jangan sembarangan bicara ya, polos-polos gini, cowok play boy aja suka sama aku"
Doni mengkerut "Memangnya siapa cowok play boy yang suka sama kamu? Kamu gak pernah cerita sama aku? "
Sasa tersenyum jahil dan membuat Doni kebingungan dengan sifat anak ini.
"Kakak mau tahu siapa cowok play boy yang suka sama aku?" Doni mengangguk " Selain suka, dia pernah nawarin aku jadi pacarnya tahu kak"
"Siapa sih orangnya? Aku jadi penasaran Sa "
Sasa tertawa terbahak yang mebuat Doni makin kebingungan dengan tingkahnya. Karena merasa dibohongi, Doni mengelitiki tubuh Sasa hingga Sasa tidak kuat untuk tertawa lagi.
" Oke, aku kasih tahu siapa cowoknya" ucap sasa menyerah "Tapi kakak jangan marah ya sama orangnya, karena orangnya deket banget sama kak Doni"
"Deket sama aku? " Sasa mengangguk "Anak Basket juga?" kedua kalinya Sasa mengangguk "Siapa Sa? "
Sasa berbisik "Cowok itu yang sedang jalan sama aku ini" selesai berkata seperti itu Sasa berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari Doni. Doni yang merasa dirinya dipermainkan langsung mengejar Sasa yang terus berlari menghindarinya.
Doni memang terkenal dengan cowok play boy dikalangan sekolahnya, sampai akhirnya Doni bertemu dengan Sasa di sebuah halte dekat sekolah. Saat itu Sasa masih mengenakan seragam biru, dan ide jahil Doni terlintas di otaknya untuk mengerjai Sasa. Rencana untuk mengerjai Sasa ternyata gagal total karena Doni terkena batunya sendiri untuk mengerjai Sasa.

No comments:
Post a Comment