zaki melipat 1000 burung kertas untuk laila, agar laila menggantungkannya di dalam kamar. zaki mengatakan bahwa 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu... zaki dan lail,,, setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua...
Tetapi pada suatu saat, laila mulai menjauhi zaki. laila memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis... ke Paris...Tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu... Sewaktu laila akan berpisah dengan zaki, laila berkata kepada zaki bahwa
"kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi wanita adalah kehidupan kedua kalinya.
Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!! Setelah laila pergi ke Perancis,sedangkan zaki bekerja keras...
zaki pernah menjual koran...
menjadi karyawan sementara...
bisnis kecil...
setiap pekerjaan kerjakan dengan sangat baik dan tekun.
Sudah lewat beberapa tahun...
Karena bermitra dengan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada laila, dia masih tidak dapat melupakannya.
Pada suatu hari...
waktu hujan,zaki dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang-tua laila....
zaki mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang
orang-tua tersebut. Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang-tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
Sewaktu mereka sampai tempat tujuan,zaki tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman.
Dia melihat di atas papan nisan,,terkejutlah zaki membaca tulisan nisan tersebut...dia adalah LAILA,yaa...nama laila yang tertulis dihadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuat oleh zaki. Dalam hujan, burung2 kertas itu terlihat begitu hidup, Orang-tua laila memberitahu Boy bahwa sebenarnya:
laila tidak pergi ke Paris,
sebenarnya,laila terserang kanker,
laila ingin zaki menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis,
maka dengan terpaksa berbuat demikian kepada zaki.
laila bilang dia sangat mengerti zaki, dia percaya kalau zaki pasti akan berhasil. laila mengatakan... kalau pada suatu hari zaki akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.
zaki langsung berlutut, berlutut di depan makam laila,
menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh zaki.
zaki teringat senyum manis laila yang begitu manis dan polos, Mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah... Sewaktu orang-tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau zaki sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
"Hatiku tidak pernah menyesal,
semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
beterbangan di dalam angin
menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit...
melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap...
hilang dan tak kan kembali.
menambah kerinduan di hatiku...
Bagaimanapun dicari,
jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."

No comments:
Post a Comment